• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Home
  • Tentang Biutiva
  • Contact Us
Biutiva.com

Biutiva.com

Tips beauty dan rekomendasi produk

Home » Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah: Panduan Skincare yang Tepat

Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah: Panduan Skincare yang Tepat

Published: April 10, 2026 • Updated: April 13, 2026

cara menghilangkan bruntusan di wajah skincare yang tepat panduan lengkap

Ringkasan (TL;DR)
  • Bruntusan (comedonal acne) terbentuk akibat pori-pori tersumbat oleh campuran sebum berlebih, sel kulit mati, dan bakteri.
  • Penyebab Utama: Penggunaan produk komedogenik, pembersihan wajah tidak tuntas (double cleansing), dan jarang melakukan eksfoliasi.
  • Solusi Skincare: Gunakan produk dengan kandungan AHA/BHA untuk membuka sumbatan pori, Niacinamide untuk kontrol minyak, dan pelembap non-comedogenic berbahan dasar gel.
  • Rekomendasi Produk: Avoskin Miraculous Refining Toner (Eksfoliasi), Somethinc Low pH Jelly Cleanser (Pembersih), dan Azarine Oil-Free Moisturizer (Pelembap).
  • Estimasi Pemulihan: Bruntusan ringan bisa membaik dalam 2-3 minggu, sedangkan kasus lama yang mengeras butuh 6-12 minggu konsistensi tanpa memencet bintik secara paksa.

Bruntusan itu menjengkelkan justru karena tidak terasa sakit. Tidak ada alasan kuat untuk segera ditangani sampai kamu sadar kulit yang harusnya halus sudah berbulan-bulan terasa seperti amplas.

Masalahnya bukan kamu tidak cukup rajin merawat wajah. Banyak penderita bruntusan justru sudah pakai 5–7 produk sehari.

Pertanyaan soal bruntusan yang tidak kunjung hilang meski sudah ganti banyak produk adalah salah satu pertanyaan yang paling sering masuk dan hampir selalu jawabannya sama: pendekatannya yang perlu dibenahi, bukan jumlah produknya.

Artikel ini fokus pada tiga hal: apa yang menyebabkan bruntusan bertahan lama, urutan penanganan yang benar, dan produk konkret yang bisa kamu mulai hari ini.

  • Apa sebenarnya bruntusan itu?
  • 5 penyebab utama bruntusan yang sering diabaikan
    • 1. Produk skincare atau makeup yang komedogenik
    • 2. Tidak pernah eksfoliasi atau terlalu sering
    • 3. Pembersihan yang tidak tuntas, terutama malam hari
    • 4. Fluktuasi hormon
    • 5. Terlalu banyak produk sekaligus
  • Cara menghilangkan bruntusan: 5 langkah berurutan
    • Langkah 1: Bersihkan wajah dengan benar, dua kali sehari
      • Rekomendasi produk
    • Langkah 2: Eksfoliasi rutin 2–3 kali seminggu dengan AHA atau BHA
      • Rekomendasi produk
    • Langkah 3: Gunakan serum yang mengontrol minyak dan menenangkan pori
      • Rekomendasi produk
    • Langkah 4: Pelembap non-comedogenic (wajib, bukan opsional)
      • Rekomendasi produk
    • Langkah 5: Sunscreen setiap pagi, tanpa terkecuali
      • Rekomendasi produk
  • Ringkasan Produk untuk Menghilangkan Bruntusan
  • Rutinitas lengkap harian
  • Berapa lama bruntusan bisa hilang?
  • Yang perlu dihindari saat bruntusan
  • Kapan harus ke dokter?
  • Langkah selanjutnya
  • FAQ

Apa sebenarnya bruntusan itu?

Dalam dermatologi, bruntusan bukan istilah medis resmi. Kondisi yang kamu rasakan sebagai bintik-bintik kecil kasar di permukaan kulit paling sering masuk kategori comedonal acne atau jerawat komedo (closed comedones atau komedo tertutup).

Komedo tertutup terbentuk ketika pori-pori kulit tersumbat oleh kombinasi minyak berlebih (sebum), sel kulit mati, dan bakteri.

bagaimana bruntusan terbentuk pori tersumbat sebum sel kulit mati closed comedone ilustrasi
Bruntusan terbentuk ketika sebum, sel kulit mati, dan bakteri menumpuk di dalam pori tanpa jalan keluar. Tidak ada peradangan seperti jerawat merah, tapi penyumbatannya perlu dibuka dengan eksfoliasi aktif.

Berbeda dengan jerawat meradang yang terasa nyeri dan merah, bruntusan biasanya tidak terasa sakit, hanya terasa kasar saat disentuh dan tampak sebagai bintik-bintik kecil berwarna kulit atau putih pucat, paling sering muncul di zona T (dahi, hidung, dagu) dan pipi.

Karena tidak meradang, banyak orang meremehkannya. Padahal bruntusan yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi jerawat yang lebih parah dan semakin lama tertunda, semakin lama proses pemulihannya.

Sebelum lanjut membaca, pastikan bruntusan yang kamu alami bukan fungal acne. Keduanya terlihat sangat mirip tapi penyebab dan penanganannya berbeda. Baca: Fungal Acne vs Bruntusan: Beda Penyebab, Beda Cara Atasi

5 penyebab utama bruntusan yang sering diabaikan

penyebab bruntusan yang sering diabaikan komedogenik eksfoliasi hormon produk terlalu banyak
Ironisnya, salah satu penyebab bruntusan paling umum adalah terlalu banyak memakai produk skincare sekaligus. Lebih banyak produk tidak berarti lebih cepat sembuh.

1. Produk skincare atau makeup yang komedogenik

Bahan-bahan tertentu dalam produk skincare dan makeup bisa menyumbat pori-pori dan memicu bruntusan, bahkan produk yang kamu pikir “aman” atau “alami”.

Coconut oil, algae extract, beberapa jenis silicone, dan isopropyl myristate adalah contoh bahan yang dikenal comedogenic dan sering ditemukan di moisturizer, sunscreen, dan foundation.

Label “untuk kulit berjerawat” pun tidak menjamin. Selalu cek label non-comedogenic sebelum membeli, dan lakukan patch test di area kecil selama 1–2 minggu sebelum mengaplikasikan ke seluruh wajah.

2. Tidak pernah eksfoliasi atau terlalu sering

Tanpa eksfoliasi, sel kulit mati menumpuk di permukaan dan menyumbat pori. Bruntusan mulai terbentuk, kulit terasa kasar, dan skincare apapun yang kamu pakai tidak bisa meresap dengan baik.

Tapi over-eksfoliasi sama buruknya: skin barrier terkikis, kulit menjadi sensitif, dan anehnya, produksi minyak justru meningkat sebagai respons pertahanan kulit sehingga memperparah penyumbatan pori.

Frekuensi ideal eksfoliasi untuk kulit bruntusan adalah 2–3 kali seminggu, bukan setiap hari.

3. Pembersihan yang tidak tuntas, terutama malam hari

Sisa makeup, tabir surya, dan polutan yang tidak dibersihkan sempurna di malam hari akan bercampur dengan minyak kulit dan menyumbat pori sepanjang malam (selama 6–8 jam).

Kondisi ini adalah salah satu penyebab bruntusan yang paling mudah diperbaiki: pastikan malam harimu pakai double cleansing jika seharian memakai sunscreen atau makeup.

4. Fluktuasi hormon

Produksi sebum dipengaruhi oleh androgen. Perempuan sering mengalami lonjakan bruntusan menjelang menstruasi, saat stres tinggi, atau saat perubahan hormonal lain terjadi.

Ini bukan sesuatu yang bisa sepenuhnya diatasi oleh skincare, tapi rutinitas yang konsisten bisa meminimalkan dampaknya.

5. Terlalu banyak produk sekaligus

Ironisnya, salah satu penyebab bruntusan yang paling umum adalah terlalu banyak melapisi produk skincare.

Setiap produk baru yang ditambahkan membawa risiko: ada bahan yang bisa bereaksi, ada formula yang terlalu berat, ada yang menyumbat pori.

Saat kulit sedang bruntusan, sederhanakan rutinitasmu dulu dengan cukup menggunakan cleanser, toner eksfoliasi, serum ringan, dan pelembap non-comedogenic.

Menambahkan lebih banyak produk sebelum kulit stabil hampir selalu memperlambat pemulihan.

Cara menghilangkan bruntusan: 5 langkah berurutan

Langkah 1: Bersihkan wajah dengan benar, dua kali sehari

Gunakan facial wash dengan pH rendah (4,5–5,5) yang tidak mengandung SLS agresif.

Cuci wajah pagi dan malam , tidak lebih, tidak kurang. Terlalu sering mencuci wajah merusak skin barrier dan justru memicu lebih banyak minyak.

Malam hari, kalau kamu pakai sunscreen atau makeup, mulai dengan micellar water sebelum facial wash.

double cleansing untuk bruntusan urutan micellar water facial wash malam hari
Micellar water mengangkat sunscreen dan makeup di permukaan. Facial wash low-pH membersihkan sisa minyak dan kotoran yang tersisa. Keduanya tidak bisa saling menggantikan.

Untuk kulit bruntusan, pilih micellar water berbahan dasar air serta hindari cleansing balm atau cleansing oil yang berbasis minyak karena keduanya berpotensi menyumbat pori dan memperparah kondisi yang sedang kamu tangani.

Metode dua langkah ini memastikan tidak ada residu yang tersisa di pori sepanjang malam.

Rekomendasi produk

Somethinc Low pH Gentle Jelly Cleanser memenuhi semua kriteria yang disebutkan di atas: pH rendah, bebas SLS, non-comedogenic, dan bebas wewangian.

Teksturnya jelly ringan yang tidak meninggalkan rasa kering atau ketarik setelah dipakai, tanda bahwa pH-nya tidak merusak lapisan pelindung kulit.

Dari semua facial wash low pH yang tersedia di Shopee, ini salah satu yang paling mudah ditemukan di official store dan ingredient list-nya paling bersih untuk kulit bruntusan.

Gunakan pagi dan malam sebagai langkah pembersih utama. Malam hari, pakai setelah micellar water.

👉 Cek harga Somethinc Low pH Gentle Jelly Cleanser di Shopee

Langkah 2: Eksfoliasi rutin 2–3 kali seminggu dengan AHA atau BHA

Ini inti dari penanganan bruntusan. AHA (alpha hydroxy acid) bekerja di permukaan kulit dengan mengangkat sel kulit mati dan meratakan tekstur.

BHA (beta hydroxy acid, alias salicylic acid) bekerja lebih dalam ke pori-pori dengan membersihkan sebum dan mencegah penyumbatan baru.

Untuk bruntusan, kombinasi AHA + BHA dalam satu produk paling efisien. Tapi kalau kulitmu sensitif, mulai dengan BHA saja di konsentrasi rendah, lalu tambahkan AHA setelah kulit terbiasa.

cara kerja AHA BHA untuk bruntusan perbedaan alpha hydroxy acid beta hydroxy acid pori
AHA mengangkat sel kulit mati di permukaan agar kulit terasa lebih halus. BHA masuk langsung ke dalam pori dan membersihkan sebum dari dalam. Kombinasi keduanya adalah yang paling efektif untuk bruntusan.

Rekomendasi produk

Avoskin Miraculous Refining Toner (AHA BHA PHA) adalah salah satu produk terlaris Shopee Indonesia di kategori toner sepanjang 2025 dengan lebih dari 73.000 unit terjual.

Formulanya mengandung AHA 5%, BHA 1%, PHA 2%, ditambah niacinamide dan tea tree. Teksturnya ringan, tidak mengandung alkohol berlebih, dan telah terbukti efektif di banyak review untuk kasus bruntusan membandel.

Gunakan malam hari setelah cleanser, 2–3 kali seminggu. Mulai dari dua kali dulu kalau kulitmu sensitif.

👉 Cek harga Avoskin Miraculous Refining Toner di Shopee

Skintific 5% AHA BHA PHA Exfoliating Toner adalah pilihan kedua yang solid. Formulanya lebih mild karena kandungan totalnya lebih rendah (2% AHA, 2% BHA, 1% PHA), ditambah ceramide dan probiotik complex yang menjaga skin barrier selama eksfoliasi.

Cocok untuk pemula atau yang baru pertama mencoba eksfoliasi kimia.

👉 Cek harga Skintific 5% AHA BHA PHA Exfoliating Toner di Shopee

Langkah 3: Gunakan serum yang mengontrol minyak dan menenangkan pori

Setelah eksfoliasi rutin mulai berjalan, tambahkan serum yang membantu mengontrol produksi sebum dan menenangkan potensi peradangan.

Niacinamide adalah pilihan paling versatile untuk ini: mengontrol minyak, menenangkan kemerahan, membantu memperkuat skin barrier, dan bisa dipakai oleh semua jenis kulit.

Rekomendasi produk

The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% adalah pilihan paling efisien untuk langkah ini. Formula minimalnya hanya 11 ingredient, non-comedogenic, dan tidak mengandung bahan yang menyumbat pori.

Dari semua serum niacinamide yang tersedia di Shopee, ini yang paling mudah lolos pengecekan ingredient untuk kulit bruntusan dan harganya masih di bawah Rp150.000. Niacinamide 10% juga membantu mengontrol produksi sebum yang menjadi pemicu utama penyumbatan pori.

Gunakan pagi dan malam setelah toner, sebelum pelembap.

👉 Cek harga The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% di Shopee

Langkah 4: Pelembap non-comedogenic (wajib, bukan opsional)

Banyak penderita bruntusan skip pelembap karena takut kulit makin berminyak. Ini kesalahan yang justru memperparah kondisi.

Kulit yang tidak dilembapi akan memproduksi lebih banyak sebum sebagai kompensasi dan itu adalah bahan bakar untuk bruntusan baru.

Pilih pelembap bertekstur ringan, berbahan dasar air atau gel, dan berlabel non-comedogenic.

Rekomendasi produk

Azarine Oil Free Brightening Moisturizer adalah pilihan solid: tekstur gel ringan, bebas minyak berat, dan tidak mengandung bahan komedogenik yang akan menggagalkan eksfoliasi yang sudah kamu lakukan di langkah sebelumnya.

Harga mulai Rp50.000. Kalau kamu sudah punya pelembap lain dan bertanya-tanya apakah perlu diganti, jawabannya: cek dulu ingredient list-nya.

Kalau ada nama yang berakhiran ‘-ate’ atau ‘-oil’ di 10 bahan pertama, ganti dengan produk ini.

Verifikasi ingredient list terbaru di official store Azarine sebelum membeli.

👉 Cek harga Azarine Oil Free Brightening Moisturizer di Shopee

Langkah 5: Sunscreen setiap pagi, tanpa terkecuali

Sinar UV memperparah produksi sebum dan memperlambat regenerasi kulit yang sedang dalam proses pemulihan bruntusan.

Pilih sunscreen berbasis gel atau air, berlabel non-comedogenic, dan SPF minimal 30.

Sunscreen bukan langkah opsional, melainkan bagian integral dari rutinitas anti-bruntusan.

Kulit yang tidak terlindungi UV akan lebih lambat membaik, apapun produk lain yang kamu pakai.

Rekomendasi produk

Skintific Aqua Light Sunscreen SPF 35 PA++++ memenuhi semua kriteria: tekstur gel berbahan dasar air, non-comedogenic, dan tidak meninggalkan white cast yang penting untuk pemakaian harian di iklim Indonesia.

Kandungan niacinamide di dalamnya juga membantu menenangkan kulit yang sedang dalam proses pemulihan bruntusan.

Skintific Aqua Light Sunscreen memenuhi semua kriteria: tekstur gel berbahan dasar air, non-comedogenic, dan tidak meninggalkan white cast.

Sunscreen adalah langkah yang paling sering dipakai seadanya saat bruntusan. Padahal kalau sunscreen-mu mengandung fatty acid atau ester, semua eksfoliasi yang sudah kamu lakukan bisa sia-sia.

Kandungan niacinamide di dalamnya juga membantu menenangkan kulit yang sedang dalam proses pemulihan.

Verifikasi ingredient list terbaru di INCIDecoder atau official store Skintific sebelum membeli.

👉 Cek harga Skintific Aqua Light Sunscreen SPF 35 PA++++ di Shopee

Ringkasan Produk untuk Menghilangkan Bruntusan

Kalau kamu ingin melihat semua pilihan produk di atas dalam satu tampilan sebelum memutuskan mau mulai dari mana, tabel ini mempermudah perbandingannya.

Nama ProdukKategoriKandungan UtamaFrekuensi PakaiLink
Somethinc Low pH Gentle Jelly CleanserFacial WashpH rendah 4,5–5,5, bebas SLS, bebas parfum, non-comedogenicPagi & malamCek di Shopee
Avoskin Miraculous Refining Toner (AHA BHA PHA)Toner EksfoliasiAHA 5%, BHA 1%, PHA 2%, Niacinamide, Tea Tree2–3x semingguCek di Shopee
Skintific 5% AHA BHA PHA Exfoliating TonerToner EksfoliasiAHA 2%, BHA 2%, PHA 1%, Ceramide, Probiotik Complex2–3x semingguCek di Shopee
The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1%SerumNiacinamide 10%, Zinc 1%, formula minimal 11 ingredient, non-comedogenicPagi & malamCek di Shopee
Azarine Oil Free Brightening MoisturizerPelembapTekstur gel ringan, bebas minyak berat, non-comedogenicPagi & malamCek di Shopee
Skintific Aqua Light Sunscreen SPF 35 PA++++SunscreenSPF 35 PA++++, Niacinamide, tekstur gel berbahan dasar air, non-comedogenicSetiap pagiCek di Shopee

Rutinitas lengkap harian

Pagi: Facial wash (low-pH) → Serum niacinamide (opsional, pakai kalau kulit sedang tidak eksfoliasi) → Pelembap non-comedogenic → Sunscreen SPF 30+

Malam (hari eksfoliasi, 2–3x seminggu): Micellar water → Facial wash → Toner AHA BHA → Pelembap

Malam (hari tidak eksfoliasi): Micellar water → Facial wash → Serum BHA/niacinamide → Pelembap

rutinitas skincare harian untuk bruntusan pagi malam timeline hasil berapa minggu
Ganti produk sebelum 4 minggu adalah alasan paling umum rutinitas anti-bruntusan tidak pernah berhasil. Beri produk yang benar waktu yang cukup untuk bekerja.

Berapa lama bruntusan bisa hilang?

Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan dan jawabannya bergantung pada seberapa lama bruntusan sudah ada dan seberapa konsisten rutinitiasmu.

Sebagai patokan umum: dengan eksfoliasi 2–3 kali seminggu dan produk yang tepat, bruntusan yang baru muncul bisa membaik dalam 2–3 minggu.

Bruntusan lama yang sudah mengeras dan berbulan-bulan ada bisa membutuhkan 6–12 minggu.

Satu studi multisenter pada pasien comedonal acne menemukan perbaikan signifikan setelah 8 minggu penggunaan produk berbasis salicylic acid secara konsisten.

Artinya, kalau kamu belum melihat hasil setelah 2 minggu, itu bukan tanda produknya tidak bekerja tapi tanda bahwa kamu harus lebih sabar.

Yang paling sering menghambat pemulihan adalah mengganti produk sebelum 4 minggu, memakai terlalu banyak produk baru sekaligus, atau tetap memakai satu produk komedogenik di tengah rutinitas yang sudah benar.

Untuk lebih memahami bagaimana skin barrier memengaruhi bruntusan dan pemulihan kulit secara keseluruhan, baca: Skin Barrier Rusak: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Memulihkannya

Yang perlu dihindari saat bruntusan

Jangan pernah memencet atau menggosok. Memencet bruntusan yang belum siap tidak akan mengeluarkan isinya tapi justru mendorong sumbatan lebih dalam, memicu peradangan, dan meninggalkan bekas yang jauh lebih sulit dihilangkan dari bruntusan itu sendiri.

Hindari scrub fisik kasar. Physical scrub berbahan butiran kasar bisa menciptakan luka mikro di permukaan kulit dan memperparah kondisi. Kalau ingin eksfoliasi fisik, pilih yang butirannya sangat halus. Tapi secara umum, chemical exfoliant (AHA/BHA) jauh lebih aman dan efektif untuk bruntusan.

Jangan ganti-ganti produk sebelum 4 minggu. Kulit butuh waktu setidaknya satu siklus regenerasi sel (sekitar 28–30 hari) untuk merespons produk baru. Mengganti produk terlalu cepat karena tidak sabar adalah penyebab paling umum rutinitas anti-bruntusan tidak pernah berhasil.

Untuk referensi tentang penyebab dan penanganan comedonal acne dari sumber dermatologi, baca: Cleveland Clinic – Comedonal Acne: Types and Treatment

Kapan harus ke dokter?

Pergi ke dokter spesialis kulit jika:

  • Bruntusan tidak membaik setelah 12 minggu rutinitas yang konsisten
  • Bruntusan mulai berkembang menjadi jerawat meradang, nodule, atau kista
  • Muncul di area luar zona T yang tidak biasa (dada, punggung, lengan) yang bisa menandakan kondisi berbeda
  • Kamu curiga ada faktor hormonal (bruntusan selalu memburuk saat menstruasi atau stres berat)

Dokter dapat meresepkan retinoid topikal (salah satu perawatan yang paling terbukti efektif untuk comedonal acne), atau menyarankan pendekatan lain yang lebih kuat dari skincare OTC. (Sumber: StatPearls NIH – Acne Vulgaris: Pathogenesis and Treatment)

Langkah selanjutnya

Satu hal yang paling sering menghambat pemulihan bruntusan bukan soal produk yang salah, tapi soal tidak memberi waktu yang cukup untuk produk yang benar bekerja.

Kalau kamu sudah menjalankan rutinitas yang tepat tapi baru dua minggu, itu belum cukup untuk menilai hasilnya.

Kalau baru mau mulai dan tidak tahu harus dari mana, mulai dari toner eksfoliasi. Avoskin Miraculous Refining Toner atau Skintific 5% AHA BHA PHA adalah titik masuk yang aman untuk sebagian besar jenis kulit.

Jalankan 4 minggu penuh sebelum menambahkan produk lain.

Baca juga:

  • Fungal Acne vs Bruntusan: Beda Penyebab, Beda Cara Atasi
  • Skin Barrier Rusak: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Memulihkannya
  • Rekomendasi Toner untuk Bruntusan di Shopee: Pilihan Terbaik 2026
  • Double Cleansing untuk Kulit Bruntusan: Cara dan Produk yang Tepat

FAQ

Apakah bruntusan bisa hilang tanpa skincare khusus?

Bisa, tapi butuh waktu jauh lebih lama dan kondisinya mudah berulang. Bruntusan ringan yang disebabkan oleh satu produk yang tidak cocok bisa membaik sendiri setelah produk itu dihentikan. Tapi bruntusan yang sudah lama dan mengeras membutuhkan eksfoliasi aktif untuk membuka penyumbatan pori, proses yang tidak bisa terjadi secara alami dalam waktu singkat.

Apakah toner AHA/BHA aman untuk kulit sensitif?

Aman, dengan catatan: mulai dari konsentrasi rendah dan frekuensi rendah (2x seminggu), dan selalu ikuti dengan pelembap setelahnya. Produk seperti Skintific 5% AHA BHA PHA Exfoliating Toner atau Azarine Daily Beginner Exfoliating Toner diformulasikan dengan konsentrasi yang lebih mild, cocok untuk pemula. Hentikan sementara kalau kulit terasa perih atau mengelupas berlebihan.

Bolehkah pakai toner AHA/BHA setiap hari untuk mempercepat hasil?

Tidak disarankan. Eksfoliasi setiap hari apalagi dengan kandungan acid akan mengikis skin barrier dan membuat kulit lebih sensitif, kemerahan, dan akhirnya memproduksi lebih banyak minyak sebagai respons pertahanan. Dua hingga tiga kali seminggu adalah frekuensi yang optimal untuk hasil maksimal tanpa merusak kulit.

Apa perbedaan bruntusan dan purging?

Purging adalah reaksi sementara yang muncul saat kamu mulai memakai produk eksfoliasi atau bahan aktif baru. Kulit mempercepat siklus pergantian sel sehingga penyumbatan lama naik ke permukaan lebih cepat. Purging biasanya muncul di area yang memang sudah ada masalah kulitnya, berlangsung 2–6 minggu, lalu berhenti sendiri. Bruntusan yang tidak membaik atau malah menyebar ke area baru bukan purging, melainkan reaksi kulit yang tidak cocok terhadap produk.

Apakah pelembap membuat bruntusan makin parah?

Hanya kalau pelembapnya komedogenik. Pelembap berbahan dasar gel ringan yang berlabel non-comedogenic justru penting untuk mencegah kulit memproduksi minyak berlebih sebagai kompensasi kekeringan. Skip pelembap saat bruntusan adalah salah satu kebiasaan yang paling sering memperparah kondisi — bukan memperbaikinya.

Tim Editorial Biutiva

Kami meriset dan menulis konten skincare berdasarkan literatur dermatologi dan sumber klinis terpercaya. Konten di website ini tidak menggantikan konsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Selengkapnya di Tentang Biutiva


Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti konsultasi medis. Untuk kondisi bruntusan yang parah, berulang, atau tidak membaik setelah perawatan mandiri, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Artikel ini mengandung link afiliasi Shopee. Kami mendapat komisi kecil jika kamu membeli melalui link tersebut, tanpa biaya tambahan dari kamu. Produk yang direkomendasikan dipilih berdasarkan kandungan, relevansi, dan data penjualan aktual — bukan berdasarkan besarnya komisi.

Filed Under: Bruntusan

Primary Sidebar

More to See

kandungan skincare yang harus dihindari fungal acne pantangan bahan berbahaya

Punya Fungal Acne? Ini 6 Kandungan Skincare yang Harus Dihindari

April 9, 2026 By Tim Editorial Biutiva

cara menghilangkan bruntusan di wajah skincare yang tepat panduan lengkap

Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah: Panduan Skincare yang Tepat

April 10, 2026 By Tim Editorial Biutiva

Copyright © 2026 · Biutiva.com